Studi-studi terbaru mengonfirmasi bahwa masa lalu kita sangat memengaruhi siapa kita hari ini. Sayangnya, tidak semua dari kita beruntung terpapar oleh kemajuan pengetahuan itu. Akibatnya, banyak dari kita tanpa sadar mengulangi pola asuh yang keliru. Blog ini hadir sebagai salah satu 'transmitter' penemuan baru itu—agar kita memahami apa yang telah kita alami, menyembuhkannya, dan yang paling penting, menghentikan pewarisan luka itu ke generasi berikutnya.
Pernah Panik Lihat Anak Stres? Ini Cara Membangun Mental Tangguh Tanpa Menghindari Masalah (Resiliensi Part.1)
Pernah nggak sih, Bunda dan Ayah, melihat anak sedang rewel atau cemas lalu langsung deg-degan? Pengen buru-buru menghilangkan semua sumber kesulitannya? Tenang, kita semua pernah di posisi itu. Tapi, tahukah Anda bahwa tidak semua stres itu buruk ? Bahkan, stres dengan dosis yang tepat justru bisa menjadi bahan bangunan untuk membentuk mental anak yang tangguh. Konsep inilah yang dalam dunia psikologi disebut resiliensi . Bukan Sekadar Bertahan, Tapi Tumbuh Para ahli sepakat bahwa resiliensi bukanlah sesuatu yang magis atau bawaan lahir . Ini adalah kemampuan yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh setiap anak—mencakup tingkah laku, pikiran, dan tindakan . Profesor Emmy Werner, melalui penelitian legendarisnya di Kauai, menemukan bahwa anak-anak yang berhasil bangkit dari keterpurukan—bahkan dari kondisi yang sangat berat sekalipun—bukan karena mereka anak "istimewa" sejak lahir. Faktor paling kuat yang membedakan mere...
Komentar
Posting Komentar